Jumat, 19 Oktober 2012

PENGANTAR PENDIDIKAN Bag. 2


PENDIDIKAN DALAM SEBUAH SISTEM KEILMUAN 

Beraneka ragam batasan tentang pendidikan yang telah dibuat oleh para ahli. Keanaragaman pendapat para ahli terdapat pada kandungannya yang berbeda antara satu dengan lainnya. Perbedaan kandungan tersebut dikarena konsep dasar yang dipergunakan. Konsep dasarnya antara lainya pada aspeknya dan menjadi tekanan, atau karena falsafah yang melandasinya.

A.       Pengertian Pendidikan, Ta'lim,Ta'dib dan Tarbiyah
Pendidikan mempunyai sasaran yaitu manusia serta terdapat banyak aspek dan sifatnya sangat kompleks. Dikarenakan mempunyai sifat kompleks maka tidak terdapat batasan yang cukup memadai untuk menjelaskan arti dari pendidikan secara lengkap. Ada beberapa batasan yang dikemukakan berdasarkan fungsinya.
1.    Pendidikan sebagai proses transformasi budaya merupakan pendidikan yang mempunyai arti sebagai kegiatan warisan budaya dari satu generasi kegenerasi selanjutnya.
2.    Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi diartikan pendidikan yang mempunyai kegiatan sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian perserta didik.
3.    Pendidikan sebagai proses penyiapan warga negara adalah suatau kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik untuk menjadi warga negara yang baik.
4.    Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja artinya kegiatan membimbing peserta didik untuk memiliki bekal dasar bekerja.

Ta'lim  secara bahasa berarti pengajaran dan istilahnya berarti pengajaran yang bersifat pemberian pengertian, pengetahuan dan ketrampilan. Menurut Abdul Fattah Jalal, ta’lim merupakan proses pemberian pengatahuan,  pemahaman, pengertian, tanggung jawab,sehingga diri manusia itu menjadi suci atau bersih dari segala kotoran sehingga siap menerima hikmah dan mampu mempelajari hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya ( ketrampilan). Mengacu pada definisi ini, ta’lim berarti usaha terus menerus manusia sejak lahir hingga mati untuk menuju dari posisi tidak tahu ke posisi tahu.
Ta'dib yang berarti mengajarkan sopan santun sedangkan menurut istilah ta’dib diartikan sebagai proses mendidik yang di fokuskan kepada pembinaan dan penyempurnaan akhlak atau budi pekerti pelajar. Menurut Sayed Muhammad An-Nuquib Al-Attas, kata ta’dib adalah pengenalan dan pengakuan secara berangsur-angsur ditanamkan kepada manusia tentang tempat yang tepat dari segala sesuatu dalam tatanan penciptaan, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan kekuasaan dan keagungan Tuhan dalam tatanan wujud keberadaan-Nya.
Menurut pengertian tarbiyah diperuntukkan khusus bagi manusia yang mempunyai potensi rohani, sedangkan pengertian tarbiyah yang dikaitkan dengan alam raya mempunyai arti pemeliharaan dan memenuhi segala yang dibutuhkan serta menjaga sebab-sebab eksistensinya.
Analisis perbandingan antara konsep pendidikan, ta’lim’, ta’dib dan tarbiyah dapatlah diambil suatu analisa. Kesimpulan analisanya dari segi penekanannya terdapat titik perbedaan antara satu dengan lainnya. Namun dilihat dari unsur kandungannya, terdapat keterkaitan yang saling mengikat satu sama lain yakni dalam hal memelihara dan mendidik anak.

B.        Pendidikan Sebagai Disiplin Ilmu Pendidikan
Pendidikan sebagai disiplin ilmu pendidikan yang berarti  bahwa di dalam tujuan pendidikan nasional secara umum. Tujuan pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta memliki berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Disinilah diperlukannya tenaga pendidik yang berkualitas dalam rangka menyukseskan tujuan pendidikan nasional. Karena sebagai pendidik akan diajarkan mengenai teori-teori tentang pendidikan yang tercakup dalam sebuah sistem ilmu pendidikan.
C.       Tujuan Ilmu Pendidikan
Tujuan pendidikan tersebut dapat mengambarkan tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Dengan pengertian kalimat sebelumnya tujuan pendidikan mempunyai dua fungsi yaitu memberi arah dan sesuatu yang ingin dicapai kepada segenap kegiatan pendidikan. Dengan demikian kegiatan sesuai dengan tujuan pendidikan dianggap menyimpang, tidak fungsioanal, bahkan salah sehingga harus dicegah. Tujuan pendidikan memepnyai sifat normatif yaitu menganduang unsur norma yang bersifat memaksa. Sifat memaksa ini tidak bertentangan dengan hakikat pengembangan pendidikan serta diterima oleh masyarakat sebagai nilai yang baik.

D.       Orientasi Ilmu Pendidikan 
Orientasi pendidikan sebenarnya bukan hanya pada pembelajaran, namun pendidikan sangat berkaitan pula dengan seluruh aspek kehidupan manusia di dalam masyarakat. Pendidikan bukan hanya sekedar membuat peserta didik pandai menghafal tetapi yang lebih penting ialah menjadikannya sebagai manusia yang seutuhnya. Bila memandangan pendidikan dengan cara yang sempit maka akan sulit untuk membangun masyarakat Indonesia baru yang demokratis dan bermoral.
E.        Ruang Lingkup Ilmu Pendidikan
Pendidikan sebagai ilmu yang mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, karena didalamnya banyak segi-segi atau pihak-pihak yang ikut terlibat baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Adapun segi-segi atau pihak-pihak yang terlibat dalam pendidikan sekaligus menjadi ruang lingkup pendidikan antara lain
1.      Peserta didik merupakan subyek atau pribadi yang ingin diakui keberadaannya serta pribadi yang memiliki ciri khas dan mempunyai keinginan untuk berkembang secara terus-menerus. Perkembangan terus-menerus dilakukan untuk memecahakan masalah yang dijumpai sepanjang hidupnya.
2.      Pendidik adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Pendidikan peserta didik tidak hanya pendidik tetapi juga orang tua, dan lingkungan masyarakat.
3.      Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif), pada dasarnya merupakan komunikasi yang timbal balik antara peserta didik dengan pendidik. Timbal balik yang bertujuan kearah pendidikan untuk mencapai tujuan secara optimal dengan melalui proses berkomunikasi intensif, serta melakukan manipulasi isi, metode serta alat-alat pendidikan.
4.      Ke arah mana bimbingan ditunjukan (tujuan pendidikan), terdapat pada kurikulum yang akan disajikan serta terdapat dua materi besar yaitu materi inti dan lokal. Materi inti mempunyai sifat nasional yang bertujuan untuk pengendalian dan persatuan bangsa. Materi lokal misinya adalah mengembangkan kekayaan budaya bangsa yang sesuai dengan lingkungan.
5.      Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan), terdapat pada metode dan alat prasarana serta terjadinya proses pendidikan.

F.        Urgensitas  Ilmu Pendidikan Untuk Profesionalisme Pendidik
Pendidik merupakan seseorang yang berjasa besar terhadap masyarakat dan bangsa. Untuk menilai tinggi rendahnya kebudayaan, maju atau mundurnya tingkatan kebudayaan masyarakat dan negara sebagian besar bergantung pada pendidik dalam memberikan pendidikan dan pengajaran. Terdapat jurnal mengenai manajemen pendidikan, Educational Leadership edisi Maret 1983, yaitu untuk menjadi pendidik yang profesional dituntut memiliki lima hal, yaitu:
1.      Pendidik mempunyai komitmen pada peserta didik dan proses belajarnya, berarti komitmen tertinggi pendidik adalah kepada kepentingan peserta didik.
2.      Pendidik menguasai secara mendalam bahan/matapelajaran yang diajarkan serta cara mengajarkannya pada peserta didik.
3.      Pendidik bertanggungjawab memantau hasil belajar peserta didik melalui berbagai teknik evaluasi, mulai cara pengamatan melalui perilaku peserta didik sampai tes hasil belajar.
4.      Pendidik mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya, dan belajar dari pengalamnya.
5.      Pendidik merupakan bagian dari masyarakat, belajar dalam lingkungan profesinya, misalnya PGRI dan organisasi profesi lainnya.
Untuk mencapai kelima hal tersebut seorang pendidik harus mempelajari tenatng ilmu pendidikan. Sehingga ilmu pendidikan sangatlah penting untuk menunjang profesionalisme pendidik.

G.       Urgensitas  Ilmu Pendidikan Untuk Kemajuan Masyarakat
Pendidikan sangat identik dengan kehidupan bermasyarakat, bangsa dan negara. Mengapa pendidikan sangat penting dalam masyarakat ,kita ambil dari sebuah kata yaitu pendidik, didikan dan didik .Pendidik adalah orang yang mengajari bahkan orang yang memiliki ilmu yang lebih luas yang kehidupannya semua dan pekerjaannya bertujuan untuk mengajari orang-orang agar lebih baik dari dia. Didik adalah diatur, dibina untuk menjadi mengerti hal yang awalnya belum dimengerti . Didikan adalah suatu bentuk pengajaran yang diberikan kepada anak didiknya. Dari sinilah diketahui bahwa yang melaksanakan hal tersabut adalah masyarakat. Setiap masyarakat tersebut dihimbau untuk di didik oleh para pendidik supaya masyarakat tersebut tidak ketinggalan bahkan tidak dalam kebodohan.

Daftar Rujukan
Tritarahardja, S.L. La Sula&Umar, 2005, Pengantar Pendidikan, Jakarta, PT.Renika Cipta
Pramudia, 2005, Kajian Kritis tentang Perlunya Reorientasi Posisi Pendidik, Peserta Didik dan Iklim/Lingkungan Pendidikan, Jakarta , Universitas Pendidikan Indonesia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar