PENDIDIKAN
DALAM SEBUAH SISTEM KEILMUAN
Beraneka ragam batasan
tentang pendidikan yang telah dibuat oleh para ahli. Keanaragaman pendapat para
ahli terdapat pada kandungannya yang berbeda antara satu dengan lainnya.
Perbedaan kandungan tersebut dikarena konsep dasar yang dipergunakan. Konsep
dasarnya antara lainya pada aspeknya dan menjadi tekanan, atau karena falsafah
yang melandasinya.
A. Pengertian
Pendidikan, Ta'lim,Ta'dib dan Tarbiyah
Pendidikan mempunyai sasaran yaitu manusia serta terdapat banyak aspek
dan sifatnya sangat kompleks. Dikarenakan mempunyai sifat kompleks maka tidak
terdapat batasan yang cukup memadai untuk menjelaskan arti dari pendidikan
secara lengkap. Ada beberapa batasan yang dikemukakan berdasarkan fungsinya.
1.
Pendidikan sebagai proses transformasi
budaya merupakan pendidikan yang mempunyai arti sebagai kegiatan warisan budaya
dari satu generasi kegenerasi selanjutnya.
2.
Pendidikan sebagai proses pembentukan
pribadi diartikan pendidikan yang mempunyai kegiatan sistematis dan sistemik terarah
kepada terbentuknya kepribadian perserta didik.
3.
Pendidikan sebagai proses penyiapan
warga negara adalah suatau kegiatan yang terencana untuk membekali peserta
didik untuk menjadi warga negara yang baik.
4.
Pendidikan sebagai penyiapan tenaga
kerja artinya kegiatan membimbing peserta didik untuk memiliki bekal dasar
bekerja.
Ta'lim secara
bahasa berarti pengajaran dan istilahnya berarti pengajaran yang bersifat pemberian pengertian,
pengetahuan dan ketrampilan. Menurut Abdul Fattah Jalal, ta’lim merupakan proses pemberian pengatahuan, pemahaman,
pengertian, tanggung jawab,sehingga diri manusia itu menjadi suci atau bersih
dari segala kotoran sehingga siap menerima hikmah dan mampu mempelajari hal-hal
yang bermanfaat bagi dirinya ( ketrampilan). Mengacu pada definisi ini, ta’lim
berarti usaha terus menerus manusia sejak lahir hingga
mati untuk menuju dari posisi tidak tahu ke posisi tahu.
Ta'dib
yang berarti mengajarkan sopan santun sedangkan menurut istilah ta’dib diartikan sebagai proses mendidik
yang di fokuskan kepada pembinaan dan penyempurnaan akhlak atau budi pekerti
pelajar. Menurut Sayed Muhammad An-Nuquib Al-Attas, kata ta’dib adalah pengenalan dan pengakuan secara berangsur-angsur
ditanamkan kepada manusia tentang tempat yang tepat dari segala sesuatu dalam
tatanan penciptaan, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan
kekuasaan dan keagungan Tuhan dalam tatanan wujud keberadaan-Nya.
Menurut pengertian
tarbiyah diperuntukkan khusus bagi manusia yang mempunyai potensi rohani,
sedangkan pengertian tarbiyah yang dikaitkan dengan alam raya mempunyai arti
pemeliharaan dan memenuhi segala yang dibutuhkan serta menjaga sebab-sebab
eksistensinya.
Analisis perbandingan
antara konsep pendidikan, ta’lim’, ta’dib dan tarbiyah dapatlah diambil suatu
analisa. Kesimpulan analisanya dari segi penekanannya terdapat titik perbedaan
antara satu dengan lainnya. Namun dilihat dari unsur kandungannya, terdapat
keterkaitan yang saling mengikat satu sama lain yakni dalam hal memelihara dan
mendidik anak.
B.
Pendidikan
Sebagai Disiplin Ilmu Pendidikan
Pendidikan sebagai
disiplin ilmu pendidikan yang berarti
bahwa di dalam tujuan pendidikan nasional secara umum. Tujuan pendidikan
nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia
Indonesia seutuhnya, yaitu manusia beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang
Maha Esa, serta memliki berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan
keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri
serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Disinilah
diperlukannya tenaga pendidik yang berkualitas dalam rangka menyukseskan tujuan
pendidikan nasional. Karena sebagai pendidik akan diajarkan mengenai
teori-teori tentang pendidikan yang tercakup dalam sebuah sistem ilmu
pendidikan.
C.
Tujuan
Ilmu Pendidikan
Tujuan pendidikan
tersebut dapat mengambarkan tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas,
benar, dan indah untuk kehidupan. Dengan pengertian kalimat sebelumnya tujuan
pendidikan mempunyai dua fungsi yaitu memberi arah dan sesuatu yang ingin
dicapai kepada segenap kegiatan pendidikan. Dengan demikian kegiatan sesuai
dengan tujuan pendidikan dianggap menyimpang, tidak fungsioanal, bahkan salah
sehingga harus dicegah. Tujuan pendidikan memepnyai sifat normatif yaitu
menganduang unsur norma yang bersifat memaksa. Sifat memaksa ini tidak
bertentangan dengan hakikat pengembangan pendidikan serta diterima oleh
masyarakat sebagai nilai yang baik.
D.
Orientasi
Ilmu Pendidikan
Orientasi pendidikan sebenarnya
bukan hanya pada pembelajaran, namun pendidikan sangat berkaitan pula dengan
seluruh aspek kehidupan manusia di dalam masyarakat. Pendidikan bukan hanya sekedar
membuat peserta didik pandai menghafal tetapi yang lebih penting ialah
menjadikannya sebagai manusia yang seutuhnya. Bila memandangan pendidikan dengan
cara yang sempit maka akan sulit untuk membangun masyarakat Indonesia baru yang
demokratis dan bermoral.
E.
Ruang
Lingkup Ilmu Pendidikan
Pendidikan sebagai ilmu
yang mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, karena didalamnya banyak segi-segi
atau pihak-pihak yang ikut terlibat baik itu secara langsung maupun tidak
langsung. Adapun segi-segi atau pihak-pihak yang terlibat dalam pendidikan
sekaligus menjadi ruang lingkup pendidikan antara lain
1. Peserta
didik merupakan subyek atau pribadi yang ingin diakui keberadaannya serta
pribadi yang memiliki ciri khas dan mempunyai keinginan untuk berkembang secara
terus-menerus. Perkembangan terus-menerus dilakukan untuk memecahakan masalah
yang dijumpai sepanjang hidupnya.
2. Pendidik
adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan
sasaran peserta didik. Pendidikan peserta didik tidak hanya pendidik tetapi
juga orang tua, dan lingkungan masyarakat.
3. Interaksi
antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif), pada dasarnya
merupakan komunikasi yang timbal balik antara peserta didik dengan pendidik.
Timbal balik yang bertujuan kearah pendidikan untuk mencapai tujuan secara
optimal dengan melalui proses berkomunikasi intensif, serta melakukan
manipulasi isi, metode serta alat-alat pendidikan.
4. Ke
arah mana bimbingan ditunjukan (tujuan pendidikan), terdapat pada kurikulum
yang akan disajikan serta terdapat dua materi besar yaitu materi inti dan
lokal. Materi inti mempunyai sifat nasional yang bertujuan untuk pengendalian
dan persatuan bangsa. Materi lokal misinya adalah mengembangkan kekayaan budaya
bangsa yang sesuai dengan lingkungan.
5. Pengaruh
yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan), terdapat pada metode dan
alat prasarana serta terjadinya proses pendidikan.
F.
Urgensitas Ilmu Pendidikan Untuk Profesionalisme Pendidik
Pendidik merupakan seseorang
yang berjasa besar terhadap masyarakat dan bangsa. Untuk menilai tinggi
rendahnya kebudayaan, maju atau mundurnya tingkatan kebudayaan masyarakat dan
negara sebagian besar bergantung pada pendidik dalam memberikan pendidikan dan
pengajaran. Terdapat jurnal mengenai manajemen pendidikan, Educational Leadership edisi Maret 1983, yaitu untuk menjadi pendidik
yang profesional dituntut memiliki lima hal, yaitu:
1. Pendidik
mempunyai komitmen pada peserta didik dan proses belajarnya, berarti komitmen
tertinggi pendidik adalah kepada kepentingan peserta didik.
2. Pendidik
menguasai secara mendalam bahan/matapelajaran yang diajarkan serta cara
mengajarkannya pada peserta didik.
3. Pendidik
bertanggungjawab memantau hasil belajar peserta didik melalui berbagai teknik
evaluasi, mulai cara pengamatan melalui perilaku peserta didik sampai tes hasil
belajar.
4. Pendidik
mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya, dan belajar dari pengalamnya.
5. Pendidik
merupakan bagian dari masyarakat, belajar dalam lingkungan profesinya, misalnya
PGRI dan organisasi profesi lainnya.
Untuk mencapai kelima hal tersebut
seorang pendidik harus mempelajari tenatng ilmu pendidikan. Sehingga ilmu
pendidikan sangatlah penting untuk menunjang profesionalisme pendidik.
G. Urgensitas Ilmu Pendidikan Untuk Kemajuan Masyarakat
Pendidikan sangat
identik dengan kehidupan bermasyarakat, bangsa dan negara. Mengapa pendidikan
sangat penting dalam masyarakat ,kita ambil dari sebuah kata yaitu pendidik,
didikan dan didik .Pendidik adalah orang yang mengajari bahkan orang yang
memiliki ilmu yang lebih luas yang kehidupannya semua dan pekerjaannya
bertujuan untuk mengajari orang-orang agar lebih baik dari dia. Didik adalah diatur,
dibina untuk menjadi mengerti hal yang awalnya belum dimengerti . Didikan
adalah suatu bentuk pengajaran yang diberikan kepada anak didiknya. Dari
sinilah diketahui bahwa yang melaksanakan hal tersabut adalah masyarakat.
Setiap masyarakat tersebut dihimbau untuk di didik oleh para pendidik supaya
masyarakat tersebut tidak ketinggalan bahkan tidak dalam kebodohan.
Daftar
Rujukan
Anonim, http://massofa.wordpress.com/2008/04/25/hakikat-pertumbuhan-dan-perkembangan-peserta-didik/,
diakses tanggal 16 September 2012
Anonim, http://anggerrose.wordpress.com/2012/05/08/pendidikan-dalam-sebuah-sistem-keilmuan/,
diakses
19 september 2012
Tritarahardja,
S.L. La Sula&Umar, 2005, Pengantar
Pendidikan, Jakarta, PT.Renika Cipta
Pramudia,
2005, Kajian Kritis tentang Perlunya
Reorientasi Posisi Pendidik, Peserta Didik dan Iklim/Lingkungan Pendidikan, Jakarta
, Universitas Pendidikan Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar