Kamis, 18 Oktober 2012

PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER Bag. 1

PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER 
A.    PENGERTIAN
Pembelajaran Berbantuan Komputer atau CAI (Computer Asisted Instructions) dapat diartikan sebuah media pembelajaran yang menggunakan aplikasi komputer sebagai bagian integral dalam sistem pembelajaran terhadap proses belajar dan mengajar. Sistem pembelajaran ini bertujuan membantu siswa dalam pola interaksi dua arah melalui terminal komputer. Serta diharapkan dapat belajar multi arah yang diperluas melalui jaringan komputer (baik lokal maupun global) dan juga diperluas fungsinya melalui interface (antar muka) multimedia.
Media pembelajaran berbantuan komputer yang khususnya belajar melalui Internet seringkali disebut “e-Learning”. Pada masa-masa yang akan datang perkembangan pembelajaran berbantuan komputer diharapkan dengan teknik-teknik yang lebih maju dengan menyediakan berbagai alternatif pembelajaran melalui interface multimedia yang interaktif. Misalnya, expert system, robotika serta learning yang berkaitan program yang dapat belajar dari kesalahan.
 Penggunaan komputer juga bisa mungkin dianggap sebagai tutor yang lebih digunakan sebagai media untuk belajar. Ada beberapa perangkat lunak pada komputer yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Perangkat lunak yang telah disediakan kompeter yang dapat membantu proses pembelajaran antara lain Microsof Word, Data Base Manager, Hypermedia, Graphics Programs, dll. Taksonomi komputer pendidikan tinggi dapat dipilahkan secara mendasar antaranya, a) Mengajarkan Tentang Komputer, b) Mengajar Dengan Komputer, c) Komputer Untuk Mengelola Administrasi Pembelajaran, dikemukan oleh Rockart dan Morton pada tahun 1975.
Pembelajaran Berbantuan Komputer dianggap mampu meningkatkan Prestasi belajar siswa, tetapi dalam pembelajaran juga memerlukan seorang guru atau pengajar. Kerena peranan seorang guru tidak dapat digantikan dengan media komputer atau media lain. Penelitian menunjukkan pembelajaran dengan komputer dan guru lebih efektif dari pada pembelajaran yang hanya menggunakan salah satu media pembelajaran pendapat ini telah dikemukan oleh Wihardjo pada tahun 2008.
B.     JENIS-JENIS
Pembantuan bantuan komputar secara umum dapat dibedakan menjadi empat kategori:
1.                Tutorial (Penjelasan)
Tutorial bertujuan untuk menyampaikan atau menjelaskan materi tertentu mnggunakan komputer untuk penyampaian materi dengan bahan yang akan diajarkan. Dalam memberikan materi, tutorial dapat dibedakan menjadi tutorial linier dan tutorial bercabang. Tutorial linier menjelaskan suatu topik ke topik berikutnya sesuai urutan yang telah ditetapkan oleh pemrogram, sehingga siswa tidak dapat memilih materi pembelajaran sesuai keinginan dan kemampuannya. Sebaliknya pada tutorial bercabang perbedaan individu diperhatikan dengan memberikan kebebasan pada siswa untuk mempelajari materi sesuai keinginan dan kemampuannya. Penyajian materi dan topik pada tutorial bercabang menyesuaikan dengan pilihan dan kemampuan siswa.
Dalam hal ini, tutorial bercabang memiliki kelebihan dibanding tutorial linier, karena hal-hal sebagai berikut: 1) Siswa dapat menentukan materi yang akan dipelajari. 2) Pembelajaran lebih menarik, kreatif dan fleksibel. 3) Pembelajaran lebih efektif. Dalam beberapa hal pula, tutorial diperlukan agar membantu siswa dalam mengatasi masalah belajarnya. Biasanya dengan bantuan navigasi materi yang diajarkan, tutorial akan memudahkan siswa mempelajari bagian-bagian materi tertentu.
2.                Drill and Practice (Latihan dan Praktik)
Jenis Latihan dan Praktik digunakan untuk menguji pengetahuan siswa dan mempraktekkan pengetahuan. Disini siswa bertugas menjawab soal dan setelah selesai menjawab seluruh soal komputer memberikan feedback. Jenis ini juga dapat digunakan pada siswa yang sudah mempelajari konsep dasar dengan tujuan untuk memantapkan konsep. Tujuan memantapkan konsep juga bertujuan untuk mengingat kembali atau mengaplikasikan pengetahuan yang telah dimiliki.
3.                Simulation (Simulasi)
Pengunaan simulasi bertujuan untuk memperagakan sesuatu keterampilan sehingga siswa merasa seperti berada dalam keadaan yang sebenarnya. Jenis ini banyak digunakan pada pembelajaran materi yang bisa dikatakan membahayakan, sulit, atau memerlukan biaya tinggi, misalnya untuk melatih pilot pesawat terbang atau pesawat tempur. Pada perangkat ajar simulasi, siswa dihadapkan pada situasi yang hampir mirip dengan kenyataannya.
4.                Games (Permainan)
Berdasarkan tujuan media pembelajaran jenis permainan dibagi menjadi dua tipe, yaitu sebagai berikut: 1) Permainan Intrinsik (Intrinsic Games) yang mempelajari aturan permainan dan keahlian dalam suatu permainan. 2) Permainan Ekstrinsik (Extrinsic Games) merupakan permainan yang hanya sebagai perangkat tambahan sebagai fasilitas belajar dan membangkitkan motivasi siswa. Pada dasarnya, jenis penbelajaran batuan komputer denga permainan sagat tepat bila dialikasikan pada siswa yang senang bermain. Jika pembuatan jenis penbelajaran batuan komputer cukup baik sebagai sarana bermain sekaligus belajar, maka akan lebih meningkatkan motivasi belajar siswa.
Perangkat pembelajar dapat digunakan dalam jenis tertentu tergantung pada bidang pengajaran, sasaran yang ingin dicapai, dan siswa sebagai pemakai sistem. Pemilihannya tergantung pada materi yang akan dibahas, sebab antara materi dan alur pengajaran terdapat keterkaitan yang sangat erat.

C.    KARAKTERISTIK
Karakteristik pembelajaran berbantuan komputer mengadaptasi terhadap pendapat Hanaffin dan Peck pada tahun 1988 yang isinya antara lain:
  1.             Tersedianya fasilitas komputer untuk kegiatan belajar siswa.

    2.      Program CAI dikembangkan berdasarkan kompetensi yang ingin dicapai
    3.      Strategi belajar dapat ditentukan dengan tutorial, drill and practice, problem solving atau simulation.
    4.      Relevan dengan ragam karakteristik siswa.
    5.      Mengoptimalkan interaksi belajar siswa dengan materi ajar.
    6.      Memiliki potensi untuk mengatur kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan siswa.
    7.      Efektif untuk mempertahankan minat belajar siswa.
    8.      Memberikan pendekatan yang positif terhadap siswa.
    9.      Memberikan variasi umpan balik dan dilakukan secepat mungkin
    10.  Relevan digunakan untuk berbagai lingkungan belajar, dimana siswa satu dan lainnya melakukan kegiatan belajar yang berbeda
    11.  Mampu menilai kemampuan siswa secara komprehensif dan mendokumentasikan penilaian dengan baik
    12.  Rancangan evaluasi sesuai dengan kompetensi
    13.  Mampu menggunakan sumber belajar berbasis komputer secara luas
D.    KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kelebihan yang ada pada pembelajaran perbantuan komputer sebagai media pembelajaran dapat diuraikan sebagai berikut:
  1. Meningkatkan perhatian dan konsentrasi siswa.
  2. Meningkatkan motivasi siswa.
  3. Menyesuaikan materi dengan kemampuan siswa.
  4. Mereduksi penggunaan waktu penyampaian materi.
  5. Membuat pengalaman belajar lebih menyenangkan, memuaskan dan menguatkan siswa.
  6. Dapat mengakomodasikan banyak siswa dan menjalankan fungsinya dengan sedikit kesalahan.
  7. Komputer tidak akan lelah, benci, marah, dan lupa.
  8. Dapat menggunakan fasilitas penyimpanan untuk mengetahui kemajuan belajar siswa.
  9. Materi dapat di desain lebih menarik.
  10. Dapat mendorong guru untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengenai komputer.

Kekurangan dari pembelajaran perbantuan komputer sebagai media pembelajaran dapat diuraikan sebagai berikut:
  1. Dikembangkan dalam dialog terbatas sehingga tidak dapat menjawab semua permasalahan yang terdapat pada siswa.
  2. Medianya masih relatif cukup mahal.
  3. Tidak dapat melihat bagaimana siswa dalam menjawab soal.
  4. Pengembangan media pembelajarannya memerlukan biaya, waktu dan tenaga yang tidak sedikit.
  5. Pada masalah yang khusus media ini hanya dapat dijalankan pada spesifikasi komputer tertentu.
  6. Kecepatan perkembangan teknologi pada komputer memerlukan pembaharuan yang terus-menerus.
  7. Penilaian tidak mempertimbangkan apakah siswa sedang lelah, mengantuk, sakit dll.
  8. Umumnya hanya menilai hasil akhirnya bukan pada proses pembelajar.
  9. Komputer tidak akan dapat meniru tingkah laku pengajar, misalnya senyuman, raut muka, gerakan tangan dan badan, serta tidak dapat menggantikan hubungan antara siswa dan pengajar.


DAFTAR RUJUKAN
Sunarto, Sunaryo, Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK).
Suherman, Yuyus, 2009, Pengembangan Media Pembelajaran
Bagi ABK, Bandung, Diklat Profesi Guru PLB Wilayah X Jawa Barat
Bumi Makmur.
Anonim, www.infodiknas.com, diakses tgl 2 Agustus 2012 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar