Jumat, 19 Oktober 2012

PENGANTAR PENDIDIKAN Bag. 1


MEMAHAMI PSEUDO EDUCATION DALAM SEHARI-HARI

Pseudo education atau pendidikan kabur merupakan bentuk hipokrisi pendidikan yang hanya menghasilkan generasi baru serta mudah mendapatkan ajaran atau diperlihatkan. Bisa dibayangkan bila pendidikan pada akhirnya hanya menciptakan generasi baru yang kurang beridentitas dan nilai-nilai pendidikan. Sangat sulit keluar dari model masyarakat yang terbentuk hal tersebut, terdapat beberapa hal untuk pseudo education antara lain:

1.      Memahami Dimensi Manusia dan  Potensinya.
Dalam memahami dimensi dan potensi manusia ada beberapa hal antaranya sebagai berikut:
a.     Dimensi individu
Lysen mengemukakan bahwa individu sebuah perseorangan, merupakan suatu keutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi. Selanjutnya individu jga dapat diartikan sebagai kepribadian seseorang. Setiap anak manusia yang telah dilahirkan dikaruniai untuk berpotensi berbada dengan lainnya atau menjadi dirinya sendiri. Dimikianlah yang dikatakan M. J. Langeveld seorang pakar pendidikan dari belanda, bahwa setiap manusia mempunyai individualisme.
b.    Dimensi sosial
Demensi ini setiap bayi juga dikaruniai demikian lah yang dikatakan M. J. Langeveld. Peryataan tersebut diartikan bahwa setiap manusia mempunyai benih untuk bergaul. Jadi bisa dikatakn setiap orang akan bisa berkomunikasiyang didalamnya terdapat unsur saling memberi dan menerima. Dalam saling memberi dan menerima merupakan sebuat kunci sukses untuk bergaul.
c.     Dimensi kesusilaan
Kata dasar dari susila adalah su dan sila yang artinya kepantasan yang lebih tinggi. Dalam bermasyarakan tidak hanya berbuat pantas atau sopan bilamana didalamnya terdapat unsur kejahatan terselubung. Dengan ini susila dikembangkan menjadi kebaikan. Unyuk bahasa ilmiah sering juga dipergunakan dua macam istilah yang mempunyai konatosi berbeda yaitu etiket dan etika. Etiket merupakan persoalan kepantasan dan kesopanan serta untuk etika adalah persoalan kebaikan.
d.    Dimensi beragama
Pada dasarnya manusia merupakan makhluk religis, ini dikarenakan manusia sudah mengenal agama. Pengenalan agama yang telah dipercaya, bahwa diluar alam semesta ini terdapat suatu hal yang tidak bisa terjangkau dengan indranya. Suatu sesuatu yang tidak terjangkau indra manusia haltersebut diyakini akan adanya kekuatan supranatural yang menguasai alam semesta ini.

2.      Gejala-Gejala  Pendidikan Dari Berbagai Segi Kehidupan
Pendidikan tidak akan bisa terlepas dalam kehidupan sehari-hari, kerena pendidikan merupakan sebuah cara memanusiakan manusia itu sendiri. Meskipun pendidikan betujuan untuk baik tetapi bisa dimungkinkan akan terjadi kesalahan-kesalahan yang biasanya disebut salah didik. Seperti ini bisa terjdi kerena pendidik juga manusia biasa yang tidak akan luput dari kesalahan. Sehubungan dengan itu terdapat dua kemungkinan yang bisa terjadi yaitu pengenbangan yang utuh dan pengembangan tidak utuh.
a.     Pengembangan yang utuh
Tingkat keutuhan pendidikan akan ditentukan dengan dua faktor yaitu, kualitas dimensi manusia itu sendiri secara potensial serta ketersediaan pemberian pelayanan atas perkembangannya.
b.    Pengembangan tidak utuh
Pengenbangan ini akan terjadi bila unsur proses terabaikan, misalnya dimensi sosial yang didominasi oleh penegembangan induvidu. Akibat pengembangan yang tidak utuh akan membuat kepribadian yang pincang dan tidak mantap.
   
3.      Pendidikan  dan Pengembangan  Jati diri Manusia
Didalam pendidikan terdapat dimensi pengembangan untuk menjadikan jati diri manusia yang lebih baik. Merubah manusia menjadi lebih baik akan terdapat sebuah proses yang mengundang pendidikan untuk berperan sebagai pemberi jasa. Dimisalkan terdapat seseorang dengan bakat seniman, juga akan memerlukan proses pendidikan  untuk menjadi terkenal. Setiap manusia akan dikaruniai naluri yaitu darongan yang alami misal dorongan makan, memepertahankan diri, dll. Tetapi bila manusia hanya hidup denga naluri tidak bedanya denga hewan, makanya dengan pendidikan dapat merubah unsur hewani menjadi manusiawi.

4.      Manusia, Zoon Politican dan Homo Educable
Manusia menjadi sebuah kajian filsafat dikarenakan pendidikan bukan sekedar soal prektek melainkan prakter yang berlandaskan dan bertujuan. Sedangkan landasan dan tujuan pendidikan sendiri mempunyai sifat filosofis normatif. Dikatakan bersifat normatif karena pendidikan mempunyai tugas untuk menumbuah kembangkan manusiatersebut sebagai sesuatu yang bernilai luhur, dan telah menjadi keharusan.
Dari uraian paragraf sebelumnya maka manusiabisa diartikan sebagai ciri-ciri karakteristik yang prinsipnya membedakan manusia dengan hewan. Walapun antara manusia dengan hewan banyak kemiripanya dalam segi biologis, tetapi kenyatannya pernyataan tersebut menimbulkan kesan yang salah. Kesalahan yang mengira manusai dan hewan sama serta yang membedakan hanya gradual. Perbedaan gradual merupakan perbedaan yang melalui rekayasa yang dapat dibuat menjadi sama dengan keadannya.
Dari perbedaan gradual bisa disimpulkan bahwa manusia dengan kemahirannya merekayasa pendidikan orang hutan untuk menjadi manusia. Keterangan ini telah diperjelas Cherles Darwin dengan teori evolusi yang menemukan bahwa manusia berasal dari kera tetapi telah gagal.  Kegagalan ini terdapat pada proses munculnya bentuk ubah dari primata menjadi manusia.
  
5.      Outcome  Pendidikan dan Insan Paripurna
Untuk mendapatkan pendidikan yang bisa diharapkan maka terdapat perwujudtan pendidikan yang baik. Dengan harapan tersebut maka untuk membenahi dasar pendidikan antara lain dengan konsep sebagai berikut: a) kemampuan menyadari diri, b) Kemampuan bereksistensi, c) Pemilikan kata hati, d) Moral, e) Kemampuan bertanggung jawa, f) Mempunyai rasa kebebasan, g) Kesediaan melaksanakn kewajiban dan menyadari hak, h) Kemampuan merasakan kebahagian

DAFTAR RUJUKAN
Tirtarahardja, Umar, 2005, Pengantar Pendidikan, Jakarta, PT. Renika Cipta

PENGANTAR PENDIDIKAN Bag. 2


PENDIDIKAN DALAM SEBUAH SISTEM KEILMUAN 

Beraneka ragam batasan tentang pendidikan yang telah dibuat oleh para ahli. Keanaragaman pendapat para ahli terdapat pada kandungannya yang berbeda antara satu dengan lainnya. Perbedaan kandungan tersebut dikarena konsep dasar yang dipergunakan. Konsep dasarnya antara lainya pada aspeknya dan menjadi tekanan, atau karena falsafah yang melandasinya.

A.       Pengertian Pendidikan, Ta'lim,Ta'dib dan Tarbiyah
Pendidikan mempunyai sasaran yaitu manusia serta terdapat banyak aspek dan sifatnya sangat kompleks. Dikarenakan mempunyai sifat kompleks maka tidak terdapat batasan yang cukup memadai untuk menjelaskan arti dari pendidikan secara lengkap. Ada beberapa batasan yang dikemukakan berdasarkan fungsinya.
1.    Pendidikan sebagai proses transformasi budaya merupakan pendidikan yang mempunyai arti sebagai kegiatan warisan budaya dari satu generasi kegenerasi selanjutnya.
2.    Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi diartikan pendidikan yang mempunyai kegiatan sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian perserta didik.
3.    Pendidikan sebagai proses penyiapan warga negara adalah suatau kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik untuk menjadi warga negara yang baik.
4.    Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja artinya kegiatan membimbing peserta didik untuk memiliki bekal dasar bekerja.

Ta'lim  secara bahasa berarti pengajaran dan istilahnya berarti pengajaran yang bersifat pemberian pengertian, pengetahuan dan ketrampilan. Menurut Abdul Fattah Jalal, ta’lim merupakan proses pemberian pengatahuan,  pemahaman, pengertian, tanggung jawab,sehingga diri manusia itu menjadi suci atau bersih dari segala kotoran sehingga siap menerima hikmah dan mampu mempelajari hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya ( ketrampilan). Mengacu pada definisi ini, ta’lim berarti usaha terus menerus manusia sejak lahir hingga mati untuk menuju dari posisi tidak tahu ke posisi tahu.
Ta'dib yang berarti mengajarkan sopan santun sedangkan menurut istilah ta’dib diartikan sebagai proses mendidik yang di fokuskan kepada pembinaan dan penyempurnaan akhlak atau budi pekerti pelajar. Menurut Sayed Muhammad An-Nuquib Al-Attas, kata ta’dib adalah pengenalan dan pengakuan secara berangsur-angsur ditanamkan kepada manusia tentang tempat yang tepat dari segala sesuatu dalam tatanan penciptaan, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan kekuasaan dan keagungan Tuhan dalam tatanan wujud keberadaan-Nya.
Menurut pengertian tarbiyah diperuntukkan khusus bagi manusia yang mempunyai potensi rohani, sedangkan pengertian tarbiyah yang dikaitkan dengan alam raya mempunyai arti pemeliharaan dan memenuhi segala yang dibutuhkan serta menjaga sebab-sebab eksistensinya.
Analisis perbandingan antara konsep pendidikan, ta’lim’, ta’dib dan tarbiyah dapatlah diambil suatu analisa. Kesimpulan analisanya dari segi penekanannya terdapat titik perbedaan antara satu dengan lainnya. Namun dilihat dari unsur kandungannya, terdapat keterkaitan yang saling mengikat satu sama lain yakni dalam hal memelihara dan mendidik anak.

B.        Pendidikan Sebagai Disiplin Ilmu Pendidikan
Pendidikan sebagai disiplin ilmu pendidikan yang berarti  bahwa di dalam tujuan pendidikan nasional secara umum. Tujuan pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta memliki berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Disinilah diperlukannya tenaga pendidik yang berkualitas dalam rangka menyukseskan tujuan pendidikan nasional. Karena sebagai pendidik akan diajarkan mengenai teori-teori tentang pendidikan yang tercakup dalam sebuah sistem ilmu pendidikan.
C.       Tujuan Ilmu Pendidikan
Tujuan pendidikan tersebut dapat mengambarkan tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Dengan pengertian kalimat sebelumnya tujuan pendidikan mempunyai dua fungsi yaitu memberi arah dan sesuatu yang ingin dicapai kepada segenap kegiatan pendidikan. Dengan demikian kegiatan sesuai dengan tujuan pendidikan dianggap menyimpang, tidak fungsioanal, bahkan salah sehingga harus dicegah. Tujuan pendidikan memepnyai sifat normatif yaitu menganduang unsur norma yang bersifat memaksa. Sifat memaksa ini tidak bertentangan dengan hakikat pengembangan pendidikan serta diterima oleh masyarakat sebagai nilai yang baik.

D.       Orientasi Ilmu Pendidikan 
Orientasi pendidikan sebenarnya bukan hanya pada pembelajaran, namun pendidikan sangat berkaitan pula dengan seluruh aspek kehidupan manusia di dalam masyarakat. Pendidikan bukan hanya sekedar membuat peserta didik pandai menghafal tetapi yang lebih penting ialah menjadikannya sebagai manusia yang seutuhnya. Bila memandangan pendidikan dengan cara yang sempit maka akan sulit untuk membangun masyarakat Indonesia baru yang demokratis dan bermoral.
E.        Ruang Lingkup Ilmu Pendidikan
Pendidikan sebagai ilmu yang mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, karena didalamnya banyak segi-segi atau pihak-pihak yang ikut terlibat baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Adapun segi-segi atau pihak-pihak yang terlibat dalam pendidikan sekaligus menjadi ruang lingkup pendidikan antara lain
1.      Peserta didik merupakan subyek atau pribadi yang ingin diakui keberadaannya serta pribadi yang memiliki ciri khas dan mempunyai keinginan untuk berkembang secara terus-menerus. Perkembangan terus-menerus dilakukan untuk memecahakan masalah yang dijumpai sepanjang hidupnya.
2.      Pendidik adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Pendidikan peserta didik tidak hanya pendidik tetapi juga orang tua, dan lingkungan masyarakat.
3.      Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif), pada dasarnya merupakan komunikasi yang timbal balik antara peserta didik dengan pendidik. Timbal balik yang bertujuan kearah pendidikan untuk mencapai tujuan secara optimal dengan melalui proses berkomunikasi intensif, serta melakukan manipulasi isi, metode serta alat-alat pendidikan.
4.      Ke arah mana bimbingan ditunjukan (tujuan pendidikan), terdapat pada kurikulum yang akan disajikan serta terdapat dua materi besar yaitu materi inti dan lokal. Materi inti mempunyai sifat nasional yang bertujuan untuk pengendalian dan persatuan bangsa. Materi lokal misinya adalah mengembangkan kekayaan budaya bangsa yang sesuai dengan lingkungan.
5.      Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan), terdapat pada metode dan alat prasarana serta terjadinya proses pendidikan.

F.        Urgensitas  Ilmu Pendidikan Untuk Profesionalisme Pendidik
Pendidik merupakan seseorang yang berjasa besar terhadap masyarakat dan bangsa. Untuk menilai tinggi rendahnya kebudayaan, maju atau mundurnya tingkatan kebudayaan masyarakat dan negara sebagian besar bergantung pada pendidik dalam memberikan pendidikan dan pengajaran. Terdapat jurnal mengenai manajemen pendidikan, Educational Leadership edisi Maret 1983, yaitu untuk menjadi pendidik yang profesional dituntut memiliki lima hal, yaitu:
1.      Pendidik mempunyai komitmen pada peserta didik dan proses belajarnya, berarti komitmen tertinggi pendidik adalah kepada kepentingan peserta didik.
2.      Pendidik menguasai secara mendalam bahan/matapelajaran yang diajarkan serta cara mengajarkannya pada peserta didik.
3.      Pendidik bertanggungjawab memantau hasil belajar peserta didik melalui berbagai teknik evaluasi, mulai cara pengamatan melalui perilaku peserta didik sampai tes hasil belajar.
4.      Pendidik mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya, dan belajar dari pengalamnya.
5.      Pendidik merupakan bagian dari masyarakat, belajar dalam lingkungan profesinya, misalnya PGRI dan organisasi profesi lainnya.
Untuk mencapai kelima hal tersebut seorang pendidik harus mempelajari tenatng ilmu pendidikan. Sehingga ilmu pendidikan sangatlah penting untuk menunjang profesionalisme pendidik.

G.       Urgensitas  Ilmu Pendidikan Untuk Kemajuan Masyarakat
Pendidikan sangat identik dengan kehidupan bermasyarakat, bangsa dan negara. Mengapa pendidikan sangat penting dalam masyarakat ,kita ambil dari sebuah kata yaitu pendidik, didikan dan didik .Pendidik adalah orang yang mengajari bahkan orang yang memiliki ilmu yang lebih luas yang kehidupannya semua dan pekerjaannya bertujuan untuk mengajari orang-orang agar lebih baik dari dia. Didik adalah diatur, dibina untuk menjadi mengerti hal yang awalnya belum dimengerti . Didikan adalah suatu bentuk pengajaran yang diberikan kepada anak didiknya. Dari sinilah diketahui bahwa yang melaksanakan hal tersabut adalah masyarakat. Setiap masyarakat tersebut dihimbau untuk di didik oleh para pendidik supaya masyarakat tersebut tidak ketinggalan bahkan tidak dalam kebodohan.

Daftar Rujukan
Tritarahardja, S.L. La Sula&Umar, 2005, Pengantar Pendidikan, Jakarta, PT.Renika Cipta
Pramudia, 2005, Kajian Kritis tentang Perlunya Reorientasi Posisi Pendidik, Peserta Didik dan Iklim/Lingkungan Pendidikan, Jakarta , Universitas Pendidikan Indonesia


PEMBELAJARAN BERBANTU KOMPUTER Bag. 2


E-LEARNING
I.            Definisi E-Learning
E-Learning dapat didefinisikan sebagai pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan. Ada pula yang menafsirkan e-learning sebagai bentuk pendidikan jarak jauh yang dilakukan melalui media internet. Juga ada yang mendefinisikan e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
Merujuk pada penggunaan e-learning dalam teknologi internet dipergunakan untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.. Bahwa ada yang berpendapat istilah “e” atau singkatan dari elektronik dalam e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet. Internet, satelit, tape audio/video, TV interaktif dan CD-ROM adalah sebagian dari media elektronik yang digunakan Pengajaran boleh disampaikan secara ‘synchronously’ (pada waktu yang sama) ataupun ‘asynchronously’ (pada waktu yang berbeda). Materi pengajaran dan pembelajaran yang disampaikan melalui media ini mempunyai teks, grafik, animasi, simulasi, audio dan video. Juga harus menyediakan kemudahan untuk ‘discussion group’ dengan bantuan profesional dalam bidangnya.
Perbedaan pembelajaran yang terdahulu dengan e-learning terdapat pada kelas, pembelajarn terdahulu pendidik dianggap sebagai orang yang serba tahu dan ditugaskan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan kepada pelajarnya. Sedangkan di dalam pembelajaran ‘e-learning’ fokus utamanya adalah peserta didik. Peserta didik mandiri pada waktu tertentu dan bertanggung-jawab untuk pembelajarannya. Suasana pembelajaran ‘e-learning’ akan ‘memaksa’ peserta didik memainkan peranan yang lebih aktif dalam pembelajarannya. Peserta didik membuat perancangan dan mencari materi dengan usaha, dan inisiatif sendiri.
Ada tiga hal yang harus dalam merancang pembelajaran e-learning, yaitu : sederhana, personal, dan cepat. Sistem yang sederhana akan memudahkan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi dan menu yang ada, dengan kemudahan pada panel yang disediakan, akan mengurangi pengenalan sistem e-learning itu sendiri, sehingga waktu belajar peserta dapat diefisienkan untuk proses belajar itu sendiri dan bukan pada belajar menggunakan sistem e-learning-nya. Pembelajarn personal berarti pengajar dapat berinteraksi dengan baik seperti layaknya seorang guru yang berkomunikasi dengan murid di depan kelas. Dengan pendekatan dan interaksi yang lebih personal, peserta didik diperhatikan kemajuannya, serta dibantu segala persoalan yang dihadapinya. Kemudian layanan ini ditunjang dengan kecepatan, respon yang cepat terhadap keluhan dan kebutuhan peserta didik lainnya. Dengan demikian perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secepat mungkin oleh pengajar atau pengelola.

II.            Fungsi dan Manfaat E-Learning
Ada tiga fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction), yaitu sebagai suplemen yang sifatnya pilihan/opsional, pelengkap (komplemen), atau pengganti (substitusi)
1.      Suplemen
Dikatakan berfungsi sebagai supplemen (tambahan), apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan.
2.      Komplemen (tambahan)
Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement (pengayaan) atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional. Materi pembelajaran elektronik dikatakan sebagai enrichment, apabila kepada peserta didik yang dapat dengan cepat menguasai/memahami materi pelajaran yang disampaikan pendidik secara tatap muka (fast learners) diberikan kesempatan untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dikembangkan untuk peserta didik. Tujuannya agar semakin memantapkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang disajikan pendidik di dalam kelas. Dikatakan sebagai program remedial, apabila kepada peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi pelajaran yang disajikan pendidik secara tatap muka di kelas (slow learners) diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus.
3.      Substitusi (pengganti)
Beberapa perguruan tinggi di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran/perkuliahan kepada para mahasiswanya.Tujuannya agar para mahasiswa dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari mahasiswa. Ada 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih peserta didik, yaitu: (1) sepenuhnya secara tatap muka (konvensional), (2) sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau bahkan (3) sepenuhnya melalui internet. Alternatif model pembelajaran manapun yang akan dipilih mahasiswa tidak menjadi masalah dalam penilaian. Karena ketiga model penyajian materi perkuliahan mendapatkan pengakuan atau penilaian yang sama.
      Pemanfaatan pembelajaran yanf menggunakan e-learning menuru para ahli terdiri atas 4 hal yaitu:
1.      Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity). Apabila dirancang secara cermat, pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran, baik antara peserta didik dengan pendidik, antara sesama peserta didik, maupun antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance interactivity). Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. Tidak semua peserta didik dalam kegiatan pembelajaran konvensional dapat, berani atau mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ataupun menyampaikan pendapatnya di dalam diskusi. Hal ini disebabkan karena pada pembelajaran yang bersifat konvensional, kesempatan yang ada atau yang disediakan pendidik untuk berdiskusi atau bertanya jawab sangat terbatas.
2.      Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapansaja (time and place flexibility). Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui internet, maka peserta didik dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar kapan dan dari mana saja. Demikian juga dengan tugas-tugas kegiatan pembelajaran, dapat diserahkan kepada pendidik begitu selesai dikerjakan.
3.      Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach aglobal audience). Dengan fleksibilitas waktu dan tempat, maka jumlah peserta didik yang dapat dijangkau melalui kegiatan pembelajaran elektronik semakin lebih banyak atau meluas. Ruang dan tempat serta waktu tidak lagi menjadi hambatan. Siapa, dimana dan kapan saja, seseorang dapat belajar. Interaksi dengan sumber belajar dilakukan melalui internet. Kesempatan belajar benar-benar terbuka lebar bagi siapa saja yang membutuhkan.
4.      Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities). Fasilitas yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai perangkat lunak (software) yang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan belajar elektronik. Demikian juga dengan penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belajar sesuai dengan tuntutan perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan secara periodik dan mudah. Di samping itu, penyempurnaan metode penyajian materi pembelajaran dapat pula dilakukan, baik yang didasarkan atas umpan balik dari peserta didik maupun atas hasil penilaian pendidik selaku penanggung jawab atau pembina materi pembelajaran itu sendiri.

III.            Karakteristik E-Learning
Pemanfaatan e-learning tidak terlepas dari jasa internet, karena teknik pembelajaran yang tersedia di internet begitu lengkap, dan hal ini akan mempengaruhi tugas dosen dalam proses pembelajaran. Dahulu, proses belajar mengajar dominasi oleh peran pendidik, karena itu disebut the era of teacher. Kini, proses belajar dan mengajar, banyak didominsi oleh peran pendidik dan buku (the era of teacher and book) dan pada masa mendatang prose belajar mengajar akan didominasi oleh peran pendidik, buku dan teknologi ( the era of teacher.
Pengembangan e-learning tidak semata-mata hanya menyajikan materi pelajaran secar online saja, namun harus komunikatif dan menarik. Materi pembelajaran didesain seolah peserta didik belajar dihadapan pengajar memalui layar komputer yang dihubungkan melalui jaringan internet. Beberapa e-learning yang biasanya dijadikan dengan menggunakan media pembelajaran di lembaga pendidikan formal antara lain sebagai berikut:
1.      Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, pendidik dengan peserta didik juga dapat dipergunakan diantara peserta didik berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang bersifat protokoler.
2.      Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer networks)
3.      Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan dikomputer sehingga dapat diakses oleh pendidik dan peserta didik kapan dan dimana saja bila yang bersangkutan memerlukan.
4.      Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.

IV.            Keunggulan dan Kekurangan E-Learning
Menurut para ahli yang menggunakan pembelajaran e-learning dengan manfaat penggunaan media internet, khususnya dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh, antara lain sebagai berikut:
1.      Tersedianya fasilitas e-moderating di mana pendidik dan peserta didik dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara regular atau melakukan kegiatan berkomunikasi dengan mudah dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu.
2.      Pendidik dan peserta didik dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari.
3.      Peserta didik dapat belajar atau me-review bahan ajar (mata kuliah) setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
4.      Bila peserta didik memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya dapat melakukan akses di internet secara lebih mudah.
5.      Baik pendidik maupun peserta didik dapat melakukan diskusi melalui internet serta dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan lebih luas.
6.      Berubahnya peran peserta didik dari yang biasanya pasif menjadi aktif.
7.      Relatif lebih efisien. Misalnya bagi peserta didik yang tinggal jauh dari lembaga pendidikan formal dapat mendapat informasi dengan mudah.
Walaupun dengan memanfaat media pembelajaran menggunakan internet dianggap cukup luas untuk pembelajaran atau e-learning tetapi juga tidak akan terlepas dari berbagai kekurangan dalam penggunaanya antara lain:
1.      Kurangnya interaksi antara pendidik dan peserta didik, bahkan antar peserta didik sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar.
2.      Kecenderungan mengabaikan aspek akademik, sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
3.      Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan dari pada pendidikan.
4.      Berubahnya peran pendidik dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
5.      Peserta didik yang tidak mempunyai motivasi belajar tinggi cenderung akan mendapatkan gagal dalam pendidikan.
6.      Tidak semua tempat tersedia fasilitas dan jaringan internet.
7.      Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan dalam menggunakan internet.
8.      Kurangnya penguasaan dalam menggunakan bahasa komputer.

Daftar Rujukan
Hasbullah, Perancangan Dan Implementasi Model Pembelajaran E-Learning Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di JPTE FPTK UPI, Bandung, FPTK UPI

Kamis, 18 Oktober 2012

PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER Bag. 1

PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER 
A.    PENGERTIAN
Pembelajaran Berbantuan Komputer atau CAI (Computer Asisted Instructions) dapat diartikan sebuah media pembelajaran yang menggunakan aplikasi komputer sebagai bagian integral dalam sistem pembelajaran terhadap proses belajar dan mengajar. Sistem pembelajaran ini bertujuan membantu siswa dalam pola interaksi dua arah melalui terminal komputer. Serta diharapkan dapat belajar multi arah yang diperluas melalui jaringan komputer (baik lokal maupun global) dan juga diperluas fungsinya melalui interface (antar muka) multimedia.
Media pembelajaran berbantuan komputer yang khususnya belajar melalui Internet seringkali disebut “e-Learning”. Pada masa-masa yang akan datang perkembangan pembelajaran berbantuan komputer diharapkan dengan teknik-teknik yang lebih maju dengan menyediakan berbagai alternatif pembelajaran melalui interface multimedia yang interaktif. Misalnya, expert system, robotika serta learning yang berkaitan program yang dapat belajar dari kesalahan.
 Penggunaan komputer juga bisa mungkin dianggap sebagai tutor yang lebih digunakan sebagai media untuk belajar. Ada beberapa perangkat lunak pada komputer yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Perangkat lunak yang telah disediakan kompeter yang dapat membantu proses pembelajaran antara lain Microsof Word, Data Base Manager, Hypermedia, Graphics Programs, dll. Taksonomi komputer pendidikan tinggi dapat dipilahkan secara mendasar antaranya, a) Mengajarkan Tentang Komputer, b) Mengajar Dengan Komputer, c) Komputer Untuk Mengelola Administrasi Pembelajaran, dikemukan oleh Rockart dan Morton pada tahun 1975.
Pembelajaran Berbantuan Komputer dianggap mampu meningkatkan Prestasi belajar siswa, tetapi dalam pembelajaran juga memerlukan seorang guru atau pengajar. Kerena peranan seorang guru tidak dapat digantikan dengan media komputer atau media lain. Penelitian menunjukkan pembelajaran dengan komputer dan guru lebih efektif dari pada pembelajaran yang hanya menggunakan salah satu media pembelajaran pendapat ini telah dikemukan oleh Wihardjo pada tahun 2008.
B.     JENIS-JENIS
Pembantuan bantuan komputar secara umum dapat dibedakan menjadi empat kategori:
1.                Tutorial (Penjelasan)
Tutorial bertujuan untuk menyampaikan atau menjelaskan materi tertentu mnggunakan komputer untuk penyampaian materi dengan bahan yang akan diajarkan. Dalam memberikan materi, tutorial dapat dibedakan menjadi tutorial linier dan tutorial bercabang. Tutorial linier menjelaskan suatu topik ke topik berikutnya sesuai urutan yang telah ditetapkan oleh pemrogram, sehingga siswa tidak dapat memilih materi pembelajaran sesuai keinginan dan kemampuannya. Sebaliknya pada tutorial bercabang perbedaan individu diperhatikan dengan memberikan kebebasan pada siswa untuk mempelajari materi sesuai keinginan dan kemampuannya. Penyajian materi dan topik pada tutorial bercabang menyesuaikan dengan pilihan dan kemampuan siswa.
Dalam hal ini, tutorial bercabang memiliki kelebihan dibanding tutorial linier, karena hal-hal sebagai berikut: 1) Siswa dapat menentukan materi yang akan dipelajari. 2) Pembelajaran lebih menarik, kreatif dan fleksibel. 3) Pembelajaran lebih efektif. Dalam beberapa hal pula, tutorial diperlukan agar membantu siswa dalam mengatasi masalah belajarnya. Biasanya dengan bantuan navigasi materi yang diajarkan, tutorial akan memudahkan siswa mempelajari bagian-bagian materi tertentu.
2.                Drill and Practice (Latihan dan Praktik)
Jenis Latihan dan Praktik digunakan untuk menguji pengetahuan siswa dan mempraktekkan pengetahuan. Disini siswa bertugas menjawab soal dan setelah selesai menjawab seluruh soal komputer memberikan feedback. Jenis ini juga dapat digunakan pada siswa yang sudah mempelajari konsep dasar dengan tujuan untuk memantapkan konsep. Tujuan memantapkan konsep juga bertujuan untuk mengingat kembali atau mengaplikasikan pengetahuan yang telah dimiliki.
3.                Simulation (Simulasi)
Pengunaan simulasi bertujuan untuk memperagakan sesuatu keterampilan sehingga siswa merasa seperti berada dalam keadaan yang sebenarnya. Jenis ini banyak digunakan pada pembelajaran materi yang bisa dikatakan membahayakan, sulit, atau memerlukan biaya tinggi, misalnya untuk melatih pilot pesawat terbang atau pesawat tempur. Pada perangkat ajar simulasi, siswa dihadapkan pada situasi yang hampir mirip dengan kenyataannya.
4.                Games (Permainan)
Berdasarkan tujuan media pembelajaran jenis permainan dibagi menjadi dua tipe, yaitu sebagai berikut: 1) Permainan Intrinsik (Intrinsic Games) yang mempelajari aturan permainan dan keahlian dalam suatu permainan. 2) Permainan Ekstrinsik (Extrinsic Games) merupakan permainan yang hanya sebagai perangkat tambahan sebagai fasilitas belajar dan membangkitkan motivasi siswa. Pada dasarnya, jenis penbelajaran batuan komputer denga permainan sagat tepat bila dialikasikan pada siswa yang senang bermain. Jika pembuatan jenis penbelajaran batuan komputer cukup baik sebagai sarana bermain sekaligus belajar, maka akan lebih meningkatkan motivasi belajar siswa.
Perangkat pembelajar dapat digunakan dalam jenis tertentu tergantung pada bidang pengajaran, sasaran yang ingin dicapai, dan siswa sebagai pemakai sistem. Pemilihannya tergantung pada materi yang akan dibahas, sebab antara materi dan alur pengajaran terdapat keterkaitan yang sangat erat.

C.    KARAKTERISTIK
Karakteristik pembelajaran berbantuan komputer mengadaptasi terhadap pendapat Hanaffin dan Peck pada tahun 1988 yang isinya antara lain:
  1.             Tersedianya fasilitas komputer untuk kegiatan belajar siswa.

    2.      Program CAI dikembangkan berdasarkan kompetensi yang ingin dicapai
    3.      Strategi belajar dapat ditentukan dengan tutorial, drill and practice, problem solving atau simulation.
    4.      Relevan dengan ragam karakteristik siswa.
    5.      Mengoptimalkan interaksi belajar siswa dengan materi ajar.
    6.      Memiliki potensi untuk mengatur kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan siswa.
    7.      Efektif untuk mempertahankan minat belajar siswa.
    8.      Memberikan pendekatan yang positif terhadap siswa.
    9.      Memberikan variasi umpan balik dan dilakukan secepat mungkin
    10.  Relevan digunakan untuk berbagai lingkungan belajar, dimana siswa satu dan lainnya melakukan kegiatan belajar yang berbeda
    11.  Mampu menilai kemampuan siswa secara komprehensif dan mendokumentasikan penilaian dengan baik
    12.  Rancangan evaluasi sesuai dengan kompetensi
    13.  Mampu menggunakan sumber belajar berbasis komputer secara luas
D.    KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kelebihan yang ada pada pembelajaran perbantuan komputer sebagai media pembelajaran dapat diuraikan sebagai berikut:
  1. Meningkatkan perhatian dan konsentrasi siswa.
  2. Meningkatkan motivasi siswa.
  3. Menyesuaikan materi dengan kemampuan siswa.
  4. Mereduksi penggunaan waktu penyampaian materi.
  5. Membuat pengalaman belajar lebih menyenangkan, memuaskan dan menguatkan siswa.
  6. Dapat mengakomodasikan banyak siswa dan menjalankan fungsinya dengan sedikit kesalahan.
  7. Komputer tidak akan lelah, benci, marah, dan lupa.
  8. Dapat menggunakan fasilitas penyimpanan untuk mengetahui kemajuan belajar siswa.
  9. Materi dapat di desain lebih menarik.
  10. Dapat mendorong guru untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengenai komputer.

Kekurangan dari pembelajaran perbantuan komputer sebagai media pembelajaran dapat diuraikan sebagai berikut:
  1. Dikembangkan dalam dialog terbatas sehingga tidak dapat menjawab semua permasalahan yang terdapat pada siswa.
  2. Medianya masih relatif cukup mahal.
  3. Tidak dapat melihat bagaimana siswa dalam menjawab soal.
  4. Pengembangan media pembelajarannya memerlukan biaya, waktu dan tenaga yang tidak sedikit.
  5. Pada masalah yang khusus media ini hanya dapat dijalankan pada spesifikasi komputer tertentu.
  6. Kecepatan perkembangan teknologi pada komputer memerlukan pembaharuan yang terus-menerus.
  7. Penilaian tidak mempertimbangkan apakah siswa sedang lelah, mengantuk, sakit dll.
  8. Umumnya hanya menilai hasil akhirnya bukan pada proses pembelajar.
  9. Komputer tidak akan dapat meniru tingkah laku pengajar, misalnya senyuman, raut muka, gerakan tangan dan badan, serta tidak dapat menggantikan hubungan antara siswa dan pengajar.


DAFTAR RUJUKAN
Sunarto, Sunaryo, Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK).
Suherman, Yuyus, 2009, Pengembangan Media Pembelajaran
Bagi ABK, Bandung, Diklat Profesi Guru PLB Wilayah X Jawa Barat
Bumi Makmur.
Anonim, www.infodiknas.com, diakses tgl 2 Agustus 2012