Jumat, 25 Januari 2013

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK BIOGAS (PLTB)

Sirmulasi pembangkit menggunakan biogas dari limbah organik, bisa dilhat di bawah ini:


Sumber: https://www.youtube.com

PROSES BIOGAS

Proses terjadinya biogas pada limbah diperlihatkan sebagai berikut:


Sumber: https://www.youtube.com

MEMASANG TRISTOP KONTAK

Beberapa cara memesanag tristop kontak bisa diperlihatkan sebegai berikut:


MENGGUNAKAN MULTIMETER

Untuk mengetahui lebih lanjut bisa dilihat dibawah ini, walaupun masih cukup singkat tentang mengukur menggunakan multi meter!


Kamis, 20 Desember 2012

Newtonn Raphson Method Metleb 3 Bus


% Question #5A Newton-Raphson method
clear; clc;
V = [1.0; 1.03; 1.0];
d = [0; 0; 0];
Ps=[4 ; -5];
Qs= -3.5;
YB = [ -j*75 j*50 j*25
j*50 -j*75 j*25
j*25 j*25 -j*50];
Y= abs(YB); t = angle(YB);
iter=0;
while iter < 2
iter = iter +1
P=[V(2)*V(1)*Y(2,1)*cos(t(2,1)-d(2)+d(1))+V(2)^2*Y(2,2)*cos(t(2,2))+V(2)*V(3)*Y(2,3)*cos(t(2,3)-d(2)+d(3));
V(3)*V(1)*Y(3,1)*cos(t(3,1)-d(3)+d(1))+V(3)^2*Y(3,3)*cos(t(3,3))+V(3)*V(2)*Y(3,2)*cos(t(3,2)-d(3)+d(2))];
Q= -V(3)*V(1)*Y(3,1)*sin(t(3,1)-d(3)+d(1))-V(3)^2*Y(3,3)*sin(t(3,3))-V(2)*V(3)*Y(3,2)*sin(t(3,2)-d(3)+d(2));
J(1,1)=V(2)*V(1)*Y(2,1)*sin(t(2,1)-d(2)+d(1))+V(2)*V(3)*Y(2,3)*sin(t(2,3)-d(2)+d(3));
J(1,2)=-V(2)*V(3)*Y(2,3)*sin(t(2,3)-d(2)+d(3));
J(1,3)=V(2)*Y(2,3)*cos(t(2,3)-d(2)+d(3));
J(2,1)=-V(3)*V(2)*Y(3,2)*sin(t(3,2)-d(3)+d(2));
J(2,2)=V(3)*V(1)*Y(3,1)*sin(t(3,1)-d(3)+d(1))+V(3)*V(2)*Y(3,2)*sin(t(3,2)-d(3)+d(2));
J(2,3)=V(1)*Y(3,1)*cos(t(3,1)-d(3)+d(1))+V(2)*Y(3,2)*cos(t(3,2)-d(3)+d(2));
J(3,1)=-V(3)*V(2)*Y(3,2)*cos(t(3,2)-d(3)+d(2));
J(3,2)=V(2)*V(3)*Y(3,2)*cos(t(3,2)-d(3)+d(2))+V(1)*V(3)*Y(3,1)*cos(t(3,1)-d(3)+d(1));
J(3,3)=-V(1)*Y(3,1)*sin(t(3,1)-d(3)+d(1))-2*V(3)*Y(3,3)*sin(t(3,3))-V(2)*Y(3,2)*sin(t(3,2)-d(3)+d(2));
DP = Ps-P;
DQ = Qs-Q;
DC = [DP; DQ]
J
DX = J\DC
d(2) =d(2)+DX(1);
d(3)=d(3) +DX(2);
V(3)= V(3)+DX(3);
V, d, delta =180/pi*d;
end
P1= V(1)^2*Y(1,1)*cos(t(1,1))+V(1)*V(2)*Y(1,2)*cos(t(1,2)-d(1)+d(2))+V(1)*V(3)*Y(1,3)*cos(t(1,3)-d(1)+d(3))
Q1=-V(1)^2*Y(1,1)*sin(t(1,1))-V(1)*V(2)*Y(1,2)*sin(t(1,2)-d(1)+d(2))-V(1)*V(3)*Y(1,3)*sin(t(1,3)-d(1)+d(3))
Q2=-V(2)*V(1)*Y(2,1)*sin(t(2,1)-d(2)+d(1))-V(3)*V(2)*Y(2,3)*sin(t(2,3)-d(2)+d(3))-V(2)^2*Y(2,2)*sin(t(2,2))
P_loss = P1+4-5
Q_loss = Q1+Q2-3.5

Catatan: Gunakan Noteped sebelum dimasukan kedalam Metleb
Sumber: http://imadudd1n.wordpress.com/tag/newton-raphson/

Kamis, 06 Desember 2012

DASAR LOGIKA “NOT”


Gerbang NOT juga sering disebut dengan gerbang inverter. Gerbang ini merupakan gerbang logika yang paling mudah diingat. Gerbang NOT memiliki satu buah saluran ma-sukan dan satu buah saluran keluaran. Gerbang NOT akan selalu menghasilkan nilai logika yang berlawanan dengan kondisi logika pada saluran masukannya. Bila pada saluran masuk-annya mendapatkan nilai logika 1, maka pada saluran keluarannya akan dihasilkan nilai logi-ka 0, dan sebaliknya.Gambar 1 menunjukkan rangkaian diskrit gerbang NOT yang dibangun menggunakan sebuah transistor dan dua buah resistor.
Gambar 1 Rangkaian diskrit gerbang NOT
Bila sakelar masukan A dihubungkan ke logika 1 (+Vcc), maka transistor akan kon-duksi sehingga akan ada arus mengalir dari Vcc melalui R2 dan titik C-E transistor dan selan-jutnya menuju ground. Dengan demikian maka pada titik C akan berada pada kondisi rendah (VC-E). Tetapi bila sakelar masukan A dihubungkan ke ground, maka transistor berada pada kondisi OFF/terbuka, sehingga titik C akan berada pada kondisi tinggi (Vcc). Sebuah simbol gerbang NOT ditunjukkan pada gambar 2, sedangkan tabel kebenaran untuk fungsi NOT di-tunjukkan pada Tabel 1
Gambar 2. Simbol Gerbang NOT
Persamaan Boolean untuk operasi inverter adalah Y = A. Jadi di atas A berarti NOT dan per-samaan tersebut dibaca Y = NOT A atau Y = komplemen dari A.
Tabel 1 Tabel Kebenaran Gerbang NOT

Sumber: Modul Pembelajaran Kode: Lis PTL 47 (P), 2003. Elektronika Digital DasarDepartemen Pendidikan Nasional

DASAR LOGIKA “OR”


Gerbang OR merupakan salah satu gerbang logika dasar yang memiliki dua buah sa-luran masukan atau lebih dan sebuah saluran keluaran. Suatu gerbang OR akan menghasilkan sebuah keluaran logika 1 apabila salah satu atau semua saluran masukannya mendapatkan ni-lai logika 1. Rangkaian yang ditunjukkan oleh gambar 1 akan membantu dalam memahami konsep gerbang logika OR
Gambar 1. Rangkaian Analog Gerbang Logika OR
Bila salah satu sakelar A atau B ditutup, maka lampu L1 akan menyala. Sebuah tabel kebenaran dari gerbang OR dapat digambarkan berdasarkan kombinasi dari sak elar A dan B seperti ditunjukkan pada Tabel 1.
Tabel 1. Tabel Kebenaran Gerbang OR
Suatu simbol logika digunakan untuk menunjukkan sebuah gerbang OR seperti ter-lihat pada gambar 2  Sebuah gerbang OR dapat terdiri lebih dari dua saluran masukan. Persamaan Boolean untuk fungsi OR adalah C=A+B (dibaca: C=A OR B).

Gambar 2. Simbol Gerbang logika OR dan persamaan Boolean

Sumber: Modul Pembelajaran Kode: Lis PTL 47 (P), 2003. Elektronika Digital DasarDepartemen Pendidikan Nasional