Kamis, 20 Desember 2012
Newtonn Raphson Method Metleb 3 Bus
% Question #5A Newton-Raphson method
clear; clc;
V = [1.0; 1.03; 1.0];
d = [0; 0; 0];
Ps=[4 ; -5];
Qs= -3.5;
YB = [ -j*75 j*50 j*25
j*50 -j*75 j*25
j*25 j*25 -j*50];
Y= abs(YB); t = angle(YB);
iter=0;
while iter < 2
iter = iter +1
P=[V(2)*V(1)*Y(2,1)*cos(t(2,1)-d(2)+d(1))+V(2)^2*Y(2,2)*cos(t(2,2))+V(2)*V(3)*Y(2,3)*cos(t(2,3)-d(2)+d(3));
V(3)*V(1)*Y(3,1)*cos(t(3,1)-d(3)+d(1))+V(3)^2*Y(3,3)*cos(t(3,3))+V(3)*V(2)*Y(3,2)*cos(t(3,2)-d(3)+d(2))];
Q= -V(3)*V(1)*Y(3,1)*sin(t(3,1)-d(3)+d(1))-V(3)^2*Y(3,3)*sin(t(3,3))-V(2)*V(3)*Y(3,2)*sin(t(3,2)-d(3)+d(2));
J(1,1)=V(2)*V(1)*Y(2,1)*sin(t(2,1)-d(2)+d(1))+V(2)*V(3)*Y(2,3)*sin(t(2,3)-d(2)+d(3));
J(1,2)=-V(2)*V(3)*Y(2,3)*sin(t(2,3)-d(2)+d(3));
J(1,3)=V(2)*Y(2,3)*cos(t(2,3)-d(2)+d(3));
J(2,1)=-V(3)*V(2)*Y(3,2)*sin(t(3,2)-d(3)+d(2));
J(2,2)=V(3)*V(1)*Y(3,1)*sin(t(3,1)-d(3)+d(1))+V(3)*V(2)*Y(3,2)*sin(t(3,2)-d(3)+d(2));
J(2,3)=V(1)*Y(3,1)*cos(t(3,1)-d(3)+d(1))+V(2)*Y(3,2)*cos(t(3,2)-d(3)+d(2));
J(3,1)=-V(3)*V(2)*Y(3,2)*cos(t(3,2)-d(3)+d(2));
J(3,2)=V(2)*V(3)*Y(3,2)*cos(t(3,2)-d(3)+d(2))+V(1)*V(3)*Y(3,1)*cos(t(3,1)-d(3)+d(1));
J(3,3)=-V(1)*Y(3,1)*sin(t(3,1)-d(3)+d(1))-2*V(3)*Y(3,3)*sin(t(3,3))-V(2)*Y(3,2)*sin(t(3,2)-d(3)+d(2));
DP = Ps-P;
DQ = Qs-Q;
DC = [DP; DQ]
J
DX = J\DC
d(2) =d(2)+DX(1);
d(3)=d(3) +DX(2);
V(3)= V(3)+DX(3);
V, d, delta =180/pi*d;
end
P1= V(1)^2*Y(1,1)*cos(t(1,1))+V(1)*V(2)*Y(1,2)*cos(t(1,2)-d(1)+d(2))+V(1)*V(3)*Y(1,3)*cos(t(1,3)-d(1)+d(3))
Q1=-V(1)^2*Y(1,1)*sin(t(1,1))-V(1)*V(2)*Y(1,2)*sin(t(1,2)-d(1)+d(2))-V(1)*V(3)*Y(1,3)*sin(t(1,3)-d(1)+d(3))
Q2=-V(2)*V(1)*Y(2,1)*sin(t(2,1)-d(2)+d(1))-V(3)*V(2)*Y(2,3)*sin(t(2,3)-d(2)+d(3))-V(2)^2*Y(2,2)*sin(t(2,2))
P_loss = P1+4-5
Q_loss = Q1+Q2-3.5
Catatan: Gunakan Noteped sebelum dimasukan kedalam Metleb
Sumber: http://imadudd1n.wordpress.com/tag/newton-raphson/
Kamis, 06 Desember 2012
DASAR LOGIKA “NOT”
Gerbang NOT juga sering
disebut dengan gerbang inverter. Gerbang ini merupakan gerbang logika yang
paling mudah diingat. Gerbang NOT memiliki satu buah saluran ma-sukan dan satu
buah saluran keluaran. Gerbang NOT akan selalu menghasilkan nilai logika yang
berlawanan dengan kondisi logika pada saluran masukannya. Bila pada saluran
masuk-annya mendapatkan nilai logika 1, maka pada saluran keluarannya akan
dihasilkan nilai logi-ka 0, dan sebaliknya.Gambar 1 menunjukkan rangkaian
diskrit gerbang NOT yang dibangun menggunakan sebuah transistor dan dua buah
resistor.
Gambar 1 Rangkaian diskrit gerbang NOT
Bila sakelar masukan A dihubungkan ke logika 1
(+Vcc), maka transistor akan kon-duksi sehingga akan ada arus mengalir dari Vcc
melalui R2 dan titik C-E transistor dan selan-jutnya menuju ground. Dengan
demikian maka pada titik C akan berada pada kondisi rendah (VC-E). Tetapi bila
sakelar masukan A dihubungkan ke ground, maka transistor berada pada kondisi
OFF/terbuka, sehingga titik C akan berada pada kondisi tinggi (Vcc). Sebuah
simbol gerbang NOT ditunjukkan pada gambar 2, sedangkan tabel kebenaran untuk
fungsi NOT di-tunjukkan pada Tabel 1
Gambar
2. Simbol Gerbang NOT
Persamaan
Boolean untuk operasi inverter adalah Y = A. Jadi di atas A berarti NOT dan per-samaan
tersebut dibaca Y = NOT A atau Y = komplemen dari A.
Tabel 1 Tabel Kebenaran Gerbang NOT
Sumber: Modul Pembelajaran Kode: Lis PTL 47 (P), 2003. Elektronika Digital Dasar. Departemen Pendidikan Nasional
DASAR LOGIKA “OR”
Gerbang OR merupakan
salah satu gerbang logika dasar yang memiliki dua buah sa-luran masukan atau
lebih dan sebuah saluran keluaran. Suatu gerbang OR akan menghasilkan sebuah
keluaran logika 1 apabila salah satu atau semua saluran masukannya mendapatkan
ni-lai logika 1. Rangkaian yang ditunjukkan oleh gambar 1 akan membantu dalam
memahami konsep gerbang logika OR
Bila salah satu sakelar
A atau B ditutup, maka lampu L1 akan menyala. Sebuah tabel kebenaran dari
gerbang OR dapat digambarkan berdasarkan kombinasi dari sak elar A dan B seperti
ditunjukkan pada Tabel 1.
Tabel 1. Tabel Kebenaran Gerbang
OR
Suatu simbol logika
digunakan untuk menunjukkan sebuah gerbang OR seperti ter-lihat pada gambar 2 Sebuah gerbang OR dapat terdiri lebih dari dua
saluran masukan. Persamaan Boolean untuk fungsi OR adalah C=A+B (dibaca: C=A OR
B).
Gambar 2. Simbol Gerbang logika
OR dan persamaan Boolean
Sumber: Modul Pembelajaran Kode: Lis PTL 47 (P), 2003. Elektronika Digital Dasar. Departemen Pendidikan Nasional
DASAR LOGIKA “AND”
Gerbang AND merupakan
salah satu gerbang logika dasar yang memiliki dua buah saluran masukan (input)
atau lebih dan sebuah saluran keluaran (output). Suatu gerbang AND akan menghas
ilkan sebuah keluaran biner tergantung dari kondisi masukan dan fungsinya.
Rangkaian yang ditunjukkan oleh gambar 1 akan membantu dalam memahami konsep
gerbang logika AND
Gambar 1 Rangkaian Gerbang Logika
AND
Sakelar A dan B harus berada pada kondisi tertutup
guna menyalakan lampu L1. Da-lam rangkaian logika, kita gunakan notasi-notasi
yang telah umum guna menunjukkan kondi-si-kondisi yang ada seperti berikut:
Sakelar tertutup(= 1); Sakelar terbuka (= 0) Lampu me-nyala (=1); Lampu padam
(= 0) Sebuah tabel kebenaran dari gerbang AND dapat digam-barkan berda-sarkan kombinasi
dari sakelar A dan B seperti ditunjukkan pada Tabel 1
Tabel
1 Tabel Kebenaran Gerbang AND
Perhatikan Tabel Kebenaran tersebut bahwa L1 = 1
hanya apabila kondisi A dan B = 1. Total kombinasi yang memungkinkan adalah 2N,
dimana N merupakan jumlah input, da-lam hal ini maka N = 2 sehingga 22 = 4. Suatu
simbol logika digunakan untuk menunjukkan sebuah ger-bang AND seperti terlihat
pada gambar 2
Gambar 2. Simbol Gerbang logika
AND dan persamaan Boolean
Sumber: Modul Pembelajaran Kode: Lis PTL 47 (P), 2003. Elektronika Digital Dasar. Departemen Pendidikan Nasional
Rabu, 05 Desember 2012
PERCOBAAN 2
PENGUKURAN
KOMPONEN RLC
A.
TUJUAN
1. Mampu melakukan pengukuran komponen R, L dan C
2. Mampu membandingkan hasil pengukuran komponen R, L dan C
1. Mampu melakukan pengukuran komponen R, L dan C
2. Mampu membandingkan hasil pengukuran komponen R, L dan C
B.
ALAT
DAN BAHAN
1. 5 resistor yang berbeda nilainya
2. 5 kapasitor yang berbeda nilainya
3. 4 induktor yang berbeda jumlah lilitannya
5. Alat ukur multimeter digital dan analog
6. Alat ukur kapasitor dan induktor (LCR meter)
7. Projek board
8. Kabel jamper
1. 5 resistor yang berbeda nilainya
2. 5 kapasitor yang berbeda nilainya
3. 4 induktor yang berbeda jumlah lilitannya
5. Alat ukur multimeter digital dan analog
6. Alat ukur kapasitor dan induktor (LCR meter)
7. Projek board
8. Kabel jamper
C.
DASAR
TEORI
Resistor, kapasitor, dan induktor
Cara mengukur nilai resistor, kapasitor dan induktor
Resistor, kapasitor, dan induktor
Cara mengukur nilai resistor, kapasitor dan induktor
D.
PROSEDUR
KERJA
Kalibrasi alat ukur
sebelum melakukan pengukur pada komponen-komponen R, L dan C
- Mengukur resistor
a. Ukur
5 resistor yang mempunyai nilai tahanan berbeda-beda tersebut dan tulis hasil
pengukurannya di tabel 1 berikut ini:
Tabel 1
Resistor
|
Warna 1
|
Warna 2
|
Warna 3
|
Warna 4
|
Nilai
|
Hasil Pengukuran
|
R1
|
||||||
R2
|
||||||
R3
|
||||||
R4
|
||||||
R5
|
b. Susunlah
resistor seperti pada tabel 2 dan ukur nilai resistornya
Tabel 2
No
|
Keterangan
|
Hasil Pengukuran
|
Hasil Perhitungan
|
1
|
Seri R1 dan R2
|
||
2
|
Seri R3 dan R4
|
||
3
|
Pararel R1 dan R2
|
||
4
|
Pararel R3 dan R4
|
||
5
|
No. 1 dan No. 4
|
||
6
|
No.2 dan No. 3
|
- Mengukur kapasitor
a. Ukur
3 jenis kapasitor yang nilainya berbeda dan hasil pengukuran dimasukan di tabel
3 berikut:
Tabel
3
Kapasitor
|
Jenis Kapasitor
|
Nilai yang Tertera
|
Hasil Pengukuran
|
C1
|
Keramik
|
||
C2
|
Mika
|
||
C3
|
Elektrolit
|
b. Susunlah
kapasito tersebut sesuai dengan tabel 4 berikut dan ukur nilai kapasistansinya
Tebel
4
No
|
Keterangan
|
Hasil Perhitungan
|
Hasil Pengukuran
|
1
|
Seri C1 dan C2
|
||
2
|
Pararel C1 dan C2
|
||
3
|
Seri No. 1 dan C3
|
||
4
|
Pararel No. 2 dan C3
|
||
5
|
No. 1 dan No. 2
|
- Mengukur induktor
a. Ukur
nilai 4 induktor yang nilainya berbedan dan catat hasil pengukurang di tabel 5
berikut:
Tabel
5
Induktor
|
Banyak lilitan
|
Hasil Pengukuran
|
L1
|
||
L2
|
||
L3
|
||
L4
|
b. Susunlah
induktor dan ukur serta tuliskan hasil pengukuran sesuai dengan tabel 6
berikut:
Tabel
6
No
|
Keterangan
|
Hasil Perhitungan
|
Hasil Pengukuran
|
1
|
Seri L1 dan L2
|
||
2
|
Pararel L3 dan C4
|
||
3
|
No. 1 dan No. 2
|
Catatan:
Analisa
hasil percobaan pengukuran diatas dengan dengan membandingkan hasil pengukuran
dan hasil perhitungan serta beri kesimpulan
E.
KESIMPULAN
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
Langganan:
Komentar (Atom)

.png)
.png)

.png)
.png)

.png)
.png)